“Diriku meronta-ronta dalam kesamaran abstrak..
Menyambut nota dan noktah..
Dalam keheningan malam yang penuh tanda tanya..
Tatkala angin melampiaskan amarahnya yang kejam..
Aku terkulai..
Ya aku terkulai..
Layu dalam sambaran api kelaparan..
Yang membakar bontot kuali..
Ketika memasak meggi”.
- Nazz, 15 Nov 09, 11.30pm, Uxbridge -
